Kembali ke Blog
E-commerce

Apakah Perlu Punya Website Sendiri Selain Jualan di Shopee?

Tim Storo.id
22 Juli 2026
4 menit baca
Apakah Perlu Punya Website Sendiri Selain Jualan di Shopee?

Ya — terutama jika omzetmu sudah di atas Rp 10 juta per bulan. Pada titik itu, biaya komisi yang kamu bayarkan ke Shopee (23–28% per transaksi) sudah cukup untuk membayar website sendiri berkali-kali lipat setiap bulannya, dan masih tersisa penghematan besar di saku kamu.

Tapi jawabannya tidak selalu "ya" untuk semua seller. Ada kondisi di mana website sendiri belum diperlukan, dan ada kondisi di mana menundanya justru merugikan. Berikut panduan singkat untuk membantu kamu memutuskan.

Seller Shopee mempertimbangkan apakah perlu punya website sendiri selain berjualan di marketplace
Keputusan punya website sendiri tergantung pada omzet, tujuan bisnis, dan kapasitas operasional seller

Kapan Seller Shopee WAJIB Punya Website Sendiri?

Ada beberapa kondisi di mana memiliki website sendiri bukan lagi opsional, tapi keputusan bisnis yang mendesak:

  • Omzet sudah di atas Rp 10 juta per bulan — pada titik ini, selisih komisi 20% antara Shopee dan website sendiri sudah Rp 2 juta per bulan atau lebih. Itu lebih dari cukup untuk membayar biaya langganan platform website
  • Kamu ingin bangun brand, bukan sekadar toko — brand yang serius tidak bisa dibangun sepenuhnya di atas platform orang lain. Website adalah "rumah" brand yang tidak bisa ditutup oleh pihak lain
  • Kamu mau tahu siapa pelangganmu — jika kamu ingin bisa menghubungi pembeli lama, kirim promo, atau bangun loyalitas, website sendiri adalah satu-satunya cara mendapat data tersebut
  • Kamu sudah pernah kena suspend atau peringatan di Shopee — bergantung pada satu platform saja terlalu berisiko. Website sendiri adalah backup channel yang tidak bisa "disuspend" oleh siapapun
  • Kamu jual produk custom atau B2B — untuk produk custom order, konsultasi, atau penjualan ke bisnis lain, website jauh lebih profesional dan fleksibel dari Shopee
  • Kamu mau pasang iklan Google atau Facebook — iklan Google dan Meta Ads lebih efektif diarahkan ke website sendiri dibanding ke toko Shopee, karena kamu bisa tracking konversi dan retargeting

Kapan Website Sendiri Belum Diperlukan?

Jujurnya, tidak semua seller butuh website sekarang. Website sendiri belum prioritas jika:

  • Omzet masih di bawah Rp 5 juta per bulan — penghematan komisi belum cukup signifikan untuk membenarkan investasi waktu dan uang. Fokus dulu naikkan penjualan Shopee
  • Produk yang dijual adalah milik orang lain (reseller murni) — jika kamu menjual produk orang lain tanpa diferensiasi, membangun website brand tidak akan terlalu efektif
  • Tidak ada kapasitas untuk promosi channel baru — website sendiri butuh effort awal untuk mendatangkan pembeli. Jika kamu sudah kewalahan mengelola Shopee saja, tambah website bisa memperburuk keadaan tanpa hasil
  • Produk sangat impulse dan discovery-driven — produk yang dibeli karena "lihat di feed Shopee" lebih sulit dijual di website sendiri. Discovery lebih efektif di marketplace. Website lebih cocok untuk produk yang dicari secara aktif

Berapa Biaya Punya Website Toko Online?

Ini yang sering mengejutkan seller: biaya website sendiri jauh lebih kecil dari yang dibayangkan, terutama dibanding komisi Shopee yang selama ini dibayarkan.

Komponen biaya utama:

  • Domain (.com atau .id): Rp 150.000–300.000 per tahun
  • Platform Storo.id: mulai Rp 199.000 per bulan (sudah termasuk hosting, payment gateway, integrasi kurir)
  • Biaya transaksi: 5% per transaksi (vs 23–28% di Shopee)
  • Setup awal: sudah termasuk dalam paket Storo.id, tidak ada biaya setup terpisah

Total biaya tetap: sekitar Rp 200.000–400.000 per bulan. Untuk seller dengan omzet Rp 10 juta, penghematan komisinya sudah Rp 2 juta per bulan — jauh di atas biaya langganan.

Untuk detail harga dan paket, kunjungi halaman pricing Storo.id.

Perbandingan biaya website sendiri vs komisi Shopee per bulan untuk seller Indonesia
Biaya website sendiri jauh lebih kecil dari komisi Shopee yang selama ini dibayarkan setiap bulan

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah punya website sendiri berarti harus tutup toko Shopee?

Tidak sama sekali. Strategi terbaik adalah menjalankan keduanya secara paralel. Shopee tetap menghasilkan penjualan sementara website dibangun secara bertahap. Banyak seller sukses yang menjalankan keduanya sekaligus selama bertahun-tahun.

Apakah pembeli mau beli di website yang baru dibuka?

Ya, terutama jika kamu punya brand yang sudah dikenal dari Shopee. Pembeli yang sudah percaya dengan tokomu di Shopee akan mau beli di website-mu — apalagi jika ada insentif seperti harga lebih murah, gratis ongkir, atau promo eksklusif.

Apakah website sendiri susah dikelola?

Dengan platform yang tepat seperti Storo.id, tidak susah. Dashboard manajemen produk dan pesanannya dirancang untuk seller tanpa latar belakang teknis. Jika bisa mengelola Shopee Seller Centre, bisa mengelola website Storo.

Berapa lama sampai website mulai menghasilkan penjualan?

Tergantung seberapa aktif kamu promosi channel baru. Dengan WhatsApp broadcast dan promosi di bio Shopee, penjualan pertama bisa terjadi di minggu pertama. Tanpa promosi aktif, bisa butuh 1–3 bulan untuk traction pertama.

Apakah produk harus beda antara Shopee dan website sendiri?

Tidak harus. Produk yang sama bisa dijual di keduanya. Tapi banyak seller memilih memberikan benefit eksklusif di website (harga lebih baik, bundle khusus, atau produk yang tidak dijual di Shopee) untuk mendorong pembeli pindah channel.

Kesimpulan

Jika omzetmu sudah di atas Rp 10 juta per bulan dan kamu serius ingin membangun bisnis yang berkelanjutan — bukan sekadar toko di platform orang lain — maka ya, kamu perlu website sendiri. Penghematan komisinya saja sudah membenarkan investasinya.

Langkah pertama yang paling mudah: hitung dulu berapa yang selama ini hilang ke komisi Shopee di kalkulator fee Shopee. Angkanya mungkin mengejutkan kamu.

Butuh Bantuan Setup Webstore?

Tim Storo.id siap membantu Anda setup webstore dari data Shopee. Konsultasi gratis!

    Apakah Perlu Punya Website Sendiri Selain Jualan di Shopee? | Storo.id