
Jualan di website sendiri artinya tidak ada komisi 23–28% yang harus dibayarkan ke Shopee setiap kali ada transaksi. Untuk seller dengan omzet Rp 30 juta per bulan, itu penghematan Rp 6 juta lebih setiap bulan — yang bisa dipakai untuk iklan, stok produk, atau langsung jadi profit.
Panduan ini menjelaskan secara konkret apa yang dibutuhkan, berapa biayanya, dan bagaimana cara mendatangkan pembeli pertama ke website yang baru buka.
Masalah utama jualan di Shopee bukan soal saingan produk atau iklan yang mahal — masalah terbesarnya adalah struktur biaya yang tidak transparan. Banyak seller tidak sadar berapa sebenarnya yang mereka bayarkan ke Shopee sampai mereka duduk dan hitung sendiri.
Rincian potongan Shopee per transaksi:
Total efektif bisa 23–28% atau lebih. Di website sendiri via Storo.id, total biaya platform hanya 5% — dan kamu tidak perlu subsidi ongkir karena pembeli membayar ongkir sesuai tarif kurir.
Hitung selisihnya untuk omzetmu sendiri di kalkulator fee Shopee.
Ada empat komponen yang harus ada agar toko online mandiri bisa beroperasi:
Domain adalah alamat website-mu (misalnya tokobaju.com). Hosting adalah server tempat data website disimpan. Biaya domain berkisar Rp 150.000–300.000 per tahun untuk domain .com atau .id. Hosting bergantung pada platform yang dipilih — jika pakai Storo.id, hosting sudah termasuk dalam paket langganan.
Pembeli di website sendiri perlu bisa bayar dengan cara yang familiar: transfer bank, QRIS, OVO, GoPay, atau kartu kredit. Payment gateway yang umum dipakai untuk toko online Indonesia adalah Midtrans, Xendit, atau Doku. Storo.id sudah terintegrasi dengan payment gateway — tidak perlu setup terpisah.
Website toko online perlu terintegrasi dengan JNE, J&T, SiCepat, Anteraja, atau kurir lainnya untuk perhitungan ongkir otomatis. Di Storo.id, integrasi kurir sudah bawaan — pembeli memasukkan alamat, sistem menghitung ongkir otomatis, dan resi bisa digenerate dari dashboard.
Ini adalah "mesin" di balik tokomu — sistem manajemen produk, cart, checkout, dan pesanan. Opsi yang tersedia:
| Platform | Kelebihan | Kekurangan | Biaya/Bln |
|---|---|---|---|
| Storo.id | Setup 1-3 hari, migrasi Shopee otomatis, support Indonesia | Fitur lebih terbatas dari enterprise | Mulai Rp 199rb |
| Shopify | Fitur lengkap, ekosistem besar | Harga USD, tidak ada support Bahasa Indonesia | ~Rp 450rb |
| WooCommerce | Gratis plugin, fleksibel | Perlu keahlian teknis, hosting terpisah | Rp 100-500rb (hosting) |
| Custom Laravel/Next.js | Bebas kustomisasi penuh | Biaya development jutaan, waktu berbulan-bulan | Rp 500rb+ (server) |
Untuk seller Shopee yang ingin pindah cepat tanpa keahlian teknis, Storo.id adalah pilihan paling praktis. Simak detail layanan di halaman jasa pembuatan website toko online.
Ini timeline konkret dari daftar hingga website live:
Hari 1 (Jam 1–3): Daftar akun Storo.id, pilih paket, bayar. Kamu menerima akses dashboard dan tim onboarding menghubungi via WhatsApp untuk briefing awal. Kamu memberikan link toko Shopee dan preferensi tampilan website.
Hari 1–2 (Proses di balik layar): Tim Storo.id mengambil semua produk dari toko Shopee-mu — foto, deskripsi, harga, varian, stok. Domain kamu diarahkan ke server Storo. Tampilan website dikonfigurasi sesuai warna dan branding tokomu.
Hari 2–3 (Review dan Live): Kamu mendapat preview website untuk di-review. Jika ada yang perlu diubah, tim langsung merevisi. Setelah approve, website live dan siap menerima pesanan.
Payment gateway aktif, ongkir otomatis berfungsi, dan dashboard manajemen pesanan sudah bisa dipakai. Prosesnya tidak memerlukan satu baris kode pun dari sisi kamu.
Ini pertanyaan yang paling sering muncul dari seller yang baru punya website: "Bagaimana caranya dapat pembeli? Di Shopee saya sudah dapat ribuan pembeli."
Jawabannya: kamu harus aktif mengalihkan traffic dari saluran yang sudah ada. Berikut cara yang paling efektif:
Ini sumber traffic tercepat. Pergi ke riwayat pesanan Shopee-mu — meski tidak punya data kontak pembeli, kamu mungkin punya nomor HP pembeli yang pernah kontak via chat Shopee. Kumpulkan semua nomor yang ada, buat grup WhatsApp atau broadcast list, dan kirim pesan:
"Hai kak, kami sekarang sudah punya website sendiri di [URL]. Belanja di sana lebih mudah dan ada promo khusus 15% diskon untuk pembelian pertama dengan kode WEBSITEKU."
Jika kamu sudah punya follower di Instagram atau TikTok, ini channel paling murah untuk mendatangkan traffic. Ubah link di bio dari link Shopee ke link websitemu. Buat konten yang eksplisit menyebutkan bahwa sekarang bisa beli langsung di website dengan harga lebih baik atau bonus tambahan.
Beri insentif yang jelas untuk transaksi pertama via website. Contoh yang terbukti efektif:
Jika punya budget iklan, Google Ads (target keyword pencarian) dan Meta Ads (Facebook/Instagram) bisa mendatangkan traffic baru yang tidak pernah kenal tokomu di Shopee. Keunggulannya: kamu bisa retarget pengunjung website dengan iklan yang sangat spesifik — sesuatu yang tidak bisa dilakukan di Shopee.
Website sendiri memberi keuntungan yang tidak dimiliki Shopee: bisa ranking di Google untuk keyword produkmu. Seorang seller baju wanita bisa muncul di Google ketika orang mengetik "beli dress batik modern online" — tanpa bayar iklan. Ini membutuhkan waktu 3–6 bulan untuk terasa, tapi hasilnya gratis dan berkelanjutan.
Jangan buru-buru menutup toko Shopee. Strategi yang paling berhasil adalah paralel — menjalankan keduanya sekaligus, sambil perlahan mengalihkan penjualan ke website.
Cara mengoptimalkan paralel ini:
Pelajari strategi transisi yang lebih lengkap di artikel pindah dari Shopee ke website sendiri.
Perbandingan lengkap biaya operasional:
| Komponen Biaya | Shopee | Website Storo.id |
|---|---|---|
| Komisi/biaya platform | 23–28% per transaksi | 5% per transaksi |
| Biaya langganan | Gratis (tapi komisi tinggi) | Rp 199.000/bln |
| Domain | – | Rp 150.000/tahun |
| Payment gateway | Sudah termasuk | Sudah termasuk di Storo |
| Integrasi kurir | Sudah termasuk | Sudah termasuk di Storo |
| Total biaya untuk omzet Rp 10jt/bln | Rp 2.300.000–2.800.000 | Rp 699.000 (5% + langganan) |
Untuk omzet Rp 10 juta, kamu hemat lebih dari Rp 1,6 juta per bulan hanya dari selisih komisi — sudah menutupi biaya langganan Storo.id berkali-kali lipat.
Beberapa platform memberikan subdomain gratis (misalnya toko.storo.id) tapi untuk terlihat profesional dan ranking di Google, domain sendiri (misalnya tokobaju.com) sangat direkomendasikan. Biayanya hanya Rp 150.000 per tahun.
Tidak. Platform seperti Storo.id dirancang untuk seller tanpa latar belakang teknis. Mengelola produk, pesanan, dan promosi dilakukan lewat dashboard visual yang lebih mudah dari Shopee Seller Centre.
Storo.id menyediakan support via WhatsApp. Masalah teknis seperti website down atau payment bermasalah ditangani oleh tim teknis kami, bukan oleh kamu sendiri.
Bisa dikonfigurasi — pembeli bisa checkout sebagai tamu (tanpa buat akun) atau diwajibkan buat akun. Untuk membangun database pelanggan, mode wajib registrasi lebih baik meski bisa sedikit menurunkan konversi awal.
Ya, website Storo.id mendukung produk digital (ebook, preset foto, template) yang bisa diunduh otomatis setelah pembayaran dikonfirmasi. Tidak perlu proses pengiriman fisik.
Jualan di website sendiri bukan lagi sesuatu yang ribet atau mahal. Dengan platform yang tepat, proses dari nol hingga live bisa selesai dalam 3 hari — dan penghematan komisinya bisa langsung terasa di bulan pertama.
Yang kamu butuhkan hanya dua hal: platform yang tepat dan strategi awal mendatangkan pembeli. Keduanya bisa dimulai hari ini.
Mulai dari menghitung potensi penghematanmu di kalkulator fee Shopee, lalu cek layanan setup website di halaman jasa pembuatan website toko online.
Tim Storo.id siap membantu Anda setup webstore dari data Shopee. Konsultasi gratis!