Program cashback Shopee memang awalnya terdengar menguntungkan — tapi buat seller, ceritanya sering berbeda. Banyak seller yang mendaftar atau secara otomatis diikutsertakan dalam program voucher dan cashback Shopee, lalu baru menyadari belakangan bahwa program itu memotong margin mereka cukup signifikan. Kalau kamu sudah sampai di titik itu dan ingin keluar, artikel ini menjelaskan caranya — mulai dari jenis-jenis program cashback yang ada di Shopee, cara keluar dari masing-masing program, sampai apa yang perlu kamu persiapkan setelah keluar.
Sebelum tahu cara keluarnya, penting untuk memahami dulu jenis program cashback mana yang kamu ikuti — karena cara keluarnya berbeda-beda:
Ini adalah program voucher yang kamu buat sendiri sebagai seller di Seller Center, dengan kamu yang menanggung sebagian atau seluruh nilai cashback-nya. Contohnya: voucher "Cashback 10% untuk pembeli baru". Dana cashback ini dipotong dari saldo penjualanmu.
Program promosi di mana produkmu dipajang di halaman Flash Sale Shopee dengan diskon khusus. Kamu bisa mendaftar sendiri atau diundang oleh tim Shopee. Biaya diskon ditanggung seller sepenuhnya.
Voucher yang biayanya ditanggung Shopee (bukan seller). Seller tidak rugi langsung dari voucher ini, tapi produkmu mungkin terdaftar dalam program tanpa kamu aktif mendaftar.
Program di mana pembeli mendapat Shopee Coins dari pembelian. Untuk buyer, ini terasa seperti cashback. Untuk seller, biayanya ada yang ditanggung Shopee dan ada yang ada kontribusi kecil dari seller tergantung program spesifiknya.
Promosi "beli X gratis Y" atau "beli 2 diskon Z%" yang kamu buat sendiri di Seller Center. Keluar dari program ini berarti menonaktifkan atau menghapus setting promo tersebut.
Kebanyakan seller yang ingin "keluar dari cashback Shopee" merujuk pada program di nomor 1 dan 2 — seller-funded vouchers dan Flash Sale — karena kedua program itulah yang paling terasa dampaknya ke margin.
Kalau kamu membuat voucher cashback sendiri di Seller Center, cara menonaktifkan atau menghentikannya cukup langsung:
Catatan penting: Pembeli yang sudah punya voucher tersimpan di akun mereka umumnya masih bisa menggunakannya sampai masa berlaku habis, meskipun kamu sudah menonaktifkannya dari sisi seller. Ini adalah ketentuan platform Shopee yang tidak bisa diubah dari sisi seller.
Kalau kamu diundang Shopee untuk Flash Sale dan tidak ingin ikut lagi, cukup abaikan atau tolak undangan berikutnya. Tidak ada mekanisme "opt-out permanen" dari undangan Flash Sale — kamu harus menolak case by case.
Untuk program Shopee Coins yang diterima pembeli saat berbelanja, situasinya sedikit berbeda tergantung jenis programnya:
Untuk cashback coins yang ditanggung sepenuhnya oleh Shopee (bukan kamu), kamu tidak perlu melakukan apa pun karena ini tidak memotong margin seller. Pembeli mendapat coins dari Shopee sebagai insentif platform.
Kalau kamu pernah mengaktifkan program cashback coins sebagai seller di menu promosi, cara menonaktifkannya:
Kalau kamu menerima undangan untuk ikut program coins tertentu (biasanya lewat email atau notifikasi Seller Center), cek detail programnya — biasanya ada opsi "Tolak" atau kamu cukup tidak melakukan konfirmasi partisipasi.
Kalau sudah telanjur bergabung dan tidak bisa keluar lewat UI, hubungi tim seller support Shopee melalui live chat di Seller Center dan minta untuk dikeluarkan dari program tersebut.
Ini pertanyaan yang wajar — dan jawabannya tergantung seberapa besar peran cashback itu dalam mendatangkan pembeli ke tokomu.
Beberapa hal yang mungkin terjadi setelah keluar dari program cashback:
Yang perlu dipantau dalam 30–60 hari setelah berhenti dari cashback:
| Metrik | Yang Perlu Dipantau |
|---|---|
| Jumlah pesanan per hari | Apakah turun signifikan atau stabil? |
| Rata-rata nilai pesanan | Apakah pembeli yang tersisa belanja lebih besar? |
| Margin kotor per pesanan | Apakah membaik setelah tidak ada potongan cashback? |
| Return pembeli (repeat order) | Apakah pelanggan loyal tetap kembali tanpa cashback? |
Kalau omzet turun tapi margin per pesanan naik, kamu perlu hitung total laba bersih — bukan hanya omzet. Banyak seller menemukan bahwa berjualan lebih sedikit tapi dengan margin sehat jauh lebih menguntungkan daripada volume tinggi dengan margin tipis.
Salah satu alasan utama seller frustrasi dengan program cashback Shopee adalah kurangnya kontrol. Di Shopee, kamu tidak bisa memilih pembeli mana yang dapat voucher, tidak bisa mengatur minimum pembelian secara fleksibel, dan kamu tidak punya data lengkap tentang siapa pembeli yang datang karena cashback vs siapa yang datang karena memang loyal ke tokomu.
Punya toko online sendiri mengubah semua itu:
Di toko website sendiri, kamu bisa membuat promo cashback, diskon, atau voucher yang benar-benar sesuai strategi bisnis kamu. Mau cashback hanya untuk pembeli pertama? Bisa. Mau voucher eksklusif untuk pelanggan VIP? Bisa. Mau bundle produk A dengan produk B? Kamu yang atur sendiri.
Di Shopee, setiap transaksi ada komisi platform (berkisar 1–5.5% tergantung kategori), biaya admin, dan potongan promo yang dijumlahkan. Di toko sendiri, tidak ada komisi marketplace — kamu hanya bayar biaya payment gateway yang jauh lebih kecil.
Di Shopee, data pembeli (nomor HP, email, riwayat pembelian) tidak bisa kamu akses langsung — itu milik Shopee. Di toko website sendiri, kamu punya database pelanggan yang bisa dipakai untuk program loyalty, email marketing, atau retargeting.
Storo.id membantu seller Shopee Indonesia membangun toko website sendiri tanpa perlu coding atau setup teknis yang rumit:
Banyak seller yang memulai dengan tetap jualan di Shopee (untuk traffic dari marketplace), sambil membangun basis pelanggan di toko sendiri. Lama-lama, pelanggan loyal mereka berpindah ke toko sendiri — dan di situlah margin yang sesungguhnya bisa dirasakan.
Tidak. Menonaktifkan voucher atau keluar dari Flash Sale adalah hak seller dan tidak ada penalti dari Shopee. Yang berubah hanya visibilitas di halaman promo — produkmu tidak akan muncul di halaman Flash Sale atau filter "Ada Voucher" lagi.
Kamu bisa menonaktifkan voucher dari Seller Center. Tapi pembeli yang sudah menyimpan voucher mungkin masih bisa menggunakannya sampai masa berlaku habis. Untuk meminimalkan kerugian, coba atur masa berlaku voucher baru sesingkat mungkin saat membuatnya.
Ya. Saat membuat voucher di Seller Center, kamu bisa memilih apakah voucher berlaku untuk semua produk atau hanya produk tertentu. Ini berguna kalau kamu ingin tetap promosi di produk bermargin tinggi, tapi tidak di produk yang marginnya sudah tipis.
Di Seller Center, buka menu Keuangan > Laporan Keuangan. Cari baris "Voucher Seller" atau "Potongan Promosi" di laporan pendapatan. Itu adalah total cashback yang sudah dipotong dari hasil penjualanmu.
Fokus ke faktor lain yang mempengaruhi peringkat dan kepercayaan: rating toko yang tinggi, kecepatan respons, foto produk berkualitas, deskripsi lengkap, dan kecepatan pengiriman. Seller dengan reputasi baik bisa bersaing tanpa mengandalkan voucher terus-menerus.
Tidak sama sekali. Banyak seller sukses yang jualan di Shopee dan punya website sendiri secara bersamaan. Shopee untuk menjangkau pembeli baru yang browse marketplace; website sendiri untuk pelanggan yang sudah kenal brand kamu dan mau repeat order dengan harga yang lebih baik.
Keluar dari program cashback Shopee bukan keputusan yang harus dibuat tergesa-gesa, tapi juga bukan sesuatu yang perlu ditunda kalau kamu sudah hitung dan hasilnya memang tidak menguntungkan. Langkah teknisnya tidak sulit — nonaktifkan voucher, batalkan partisipasi Flash Sale, dan hubungi seller support untuk program yang tidak ada opsi opt-out di UI.
Yang lebih penting adalah apa yang kamu lakukan setelah keluar: membangun hubungan langsung dengan pembeli lewat saluran yang kamu kontrol sendiri, bukan terus bergantung pada promo platform. Di situlah toko website sendiri punya peran — dan banyak seller Indonesia sudah membuktikannya.
Mulai bangun toko website sendiri bersama Storo.id — setup 1–3 hari kerja, produk Shopee diimpor otomatis, dan kamu punya kontrol penuh atas promo tanpa tergantung kebijakan platform.
Tim Storo.id siap membantu Anda setup webstore dari data Shopee. Konsultasi gratis!