Kembali ke Blog
Invoice Digital

Cara Membuat Invoice Digital Profesional untuk UMKM

Tim Storo.id
12 Oktober 2026
7 menit baca
Cara Membuat Invoice Digital Profesional untuk UMKM

Cara membuat invoice digital yang profesional adalah menghubungkan setiap tagihan dengan transaksi yang jelas. Cantumkan identitas penjual dan pelanggan, nomor invoice, tanggal, rincian barang atau jasa, perhitungan total, jatuh tempo, instruksi pembayaran, serta statusnya. Setelah dikirim, simpan versi dan bukti pembayarannya agar mudah ditelusuri.

Invoice Digital Bukan Faktur Pajak

Invoice adalah dokumen komersial yang digunakan penjual untuk menagih transaksi kepada pelanggan. Faktur Pajak merupakan dokumen perpajakan dengan ketentuan tersendiri. Invoice digital tidak otomatis berubah menjadi Faktur Pajak hanya karena mencantumkan pajak, nomor dokumen, tanda tangan, atau logo perusahaan.

Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan bahwa e-Faktur dibuat dan dilaporkan melalui mekanisme resmi serta memerlukan persetujuan DJP. Jika usaha memiliki kewajiban perpajakan atau kasus transaksi yang khusus, periksa ketentuan e-Faktur dari DJP dan konsultasikan dengan tenaga pajak yang kompeten.

Informasi yang Harus Disiapkan

Kumpulkan data sebelum membuka template. Cara ini mengurangi revisi dan mencegah invoice dikirim dengan jumlah, nama pelanggan, atau tujuan pembayaran yang salah.

  • Identitas penjual: nama usaha, alamat atau kontak, dan identitas lain yang memang diperlukan.
  • Identitas pelanggan: nama pihak yang ditagih, perusahaan, dan alamat penagihan jika relevan.
  • Nomor dan tanggal: nomor invoice unik, tanggal penerbitan, dan jatuh tempo.
  • Referensi transaksi: nomor pesanan, kontrak, quotation, atau purchase order bila ada.
  • Rincian barang atau jasa: deskripsi, jumlah, satuan, harga, serta periode layanan.
  • Perhitungan: subtotal, diskon, pajak bila berlaku, ongkir, biaya lain, dan total akhir.
  • Instruksi pembayaran: rekening atau kanal resmi, nama penerima, dan keterangan yang perlu dicantumkan.
  • Catatan: syarat pembayaran, kebijakan revisi, atau informasi lain yang sudah disepakati.

Hindari memasukkan data pribadi yang tidak dibutuhkan untuk penagihan. Semakin banyak data disalin ke dokumen, semakin besar dampaknya jika invoice dibagikan ke pihak yang salah.

Cara Membuat Invoice Digital Langkah demi Langkah

  1. Tentukan format nomor. Gunakan pola yang unik dan berurutan, misalnya INV-2026-00125. Jangan memakai nomor yang sama untuk transaksi berbeda.
  2. Isi identitas transaksi. Masukkan penjual, pelanggan, tanggal, jatuh tempo, dan referensi pesanan.
  3. Tulis rincian yang mudah dipahami. Hindari nama internal yang hanya dimengerti tim sendiri. Jelaskan produk, varian, atau periode jasa.
  4. Hitung subtotal dan total. Pisahkan diskon, ongkir, pajak, dan biaya tambahan agar pelanggan dapat memeriksa perhitungannya.
  5. Tambahkan instruksi pembayaran. Tulis kanal resmi dan cara pelanggan mengirim konfirmasi jika diperlukan.
  6. Periksa ulang. Cocokkan invoice dengan pesanan, quotation, kontrak, atau catatan penjualan.
  7. Ekspor ke format stabil. PDF umumnya lebih konsisten saat dibuka pada perangkat berbeda. Pastikan teks dan tabel tetap terbaca.
  8. Kirim melalui kanal yang disepakati. Gunakan email bisnis, portal pelanggan, atau kanal aman yang sesuai.
  9. Simpan arsip dan status. Catat versi invoice, tanggal kirim, jatuh tempo, pembayaran, revisi, dan pembatalan.

Invoice bekerja lebih baik jika data pesanan dan pembayaran tersimpan dalam alur yang sama. Halaman fitur Storo menjelaskan dukungan untuk payment gateway, riwayat pesanan, notifikasi, dan dashboard penjualan. Storo tidak diposisikan sebagai generator invoice jika fungsi tersebut tidak tercantum pada layanan.

Contoh Susunan Invoice yang Mudah Dipindai

Berikut simulasi dengan identitas fiktif. Angka ini hanya contoh penyusunan, bukan rekomendasi harga atau perlakuan pajak.

Bagian Contoh invoice produk Contoh invoice jasa
Nomor INV-2026-00125 INV-2026-00126
Referensi Pesanan ORD-8841 Proposal PR-027
Rincian 20 botol kopi 250 ml x Rp25.000 Desain katalog digital, termin 1
Subtotal Rp500.000 Rp2.500.000
Biaya lain Ongkir Rp35.000 Tidak ada
Total simulasi Rp535.000 Rp2.500.000
Jatuh tempo 3 hari setelah invoice 7 hari setelah invoice

Deskripsi produk perlu memuat varian dan jumlah. Untuk jasa, sebutkan keluaran, periode, atau tahap pekerjaan yang ditagih. Pelanggan harus dapat menghubungkan invoice dengan kesepakatan sebelumnya tanpa bertanya ulang.

Mengelola Status, Revisi, dan Pembayaran Bertahap

Invoice yang direvisi

Jangan mengubah file lama lalu menyimpannya dengan nama yang sama tanpa catatan. Gunakan nomor revisi atau versi, tulis alasan perubahan, dan kirim pemberitahuan bahwa versi sebelumnya tidak berlaku. Simpan kedua versi untuk jejak administrasi.

Uang muka dan pembayaran sebagian

Jika transaksi memakai uang muka, tulis total nilai transaksi, jumlah yang ditagih pada tahap ini, pembayaran yang sudah diterima, dan sisa tagihan. Hindari hanya mengganti total invoice tanpa menjelaskan hubungan antar-termin.

Status Arti Tindakan administrasi
Draft Belum dikirim kepada pelanggan Periksa data dan persetujuan internal
Terkirim Sudah disampaikan, belum jatuh tempo Simpan waktu dan kanal pengiriman
Dibayar sebagian Ada pembayaran, masih tersisa tagihan Catat jumlah, tanggal, dan saldo
Lunas Total kewajiban sudah diterima Simpan bukti dan tanggal pelunasan
Dibatalkan Invoice tidak lagi ditagih Catat alasan dan dokumen pengganti jika ada

Invoice lunas atau dibatalkan

Jangan menghapus invoice dari arsip hanya karena sudah lunas atau dibatalkan. Ubah statusnya dan simpan catatan yang relevan. Jejak tersebut membantu rekonsiliasi, layanan pelanggan, dan pemeriksaan internal.

Menambahkan Instruksi Pembayaran dan QRIS

QRIS dapat dicantumkan jika berasal dari kanal merchant yang sah dan sesuai proses pembayaran usaha. Bank Indonesia membedakan QRIS MPM statis dan dinamis. Pada QRIS statis, pelanggan memasukkan nominal. Pada QRIS dinamis, merchant memasukkan nominal lebih dahulu sehingga kode memuat nilai transaksi.

Jangan hanya menempel gambar QR tanpa petunjuk. Cantumkan nama merchant, jumlah yang harus dibayar, batas waktu, dan cara konfirmasi. Setelah pembayaran, cocokkan nominal dan referensi dengan invoice. Jangan mengandalkan tangkapan layar pelanggan sebagai satu-satunya bukti jika status transaksi dapat diperiksa pada kanal merchant.

Melindungi Data Pelanggan pada Invoice Digital

Gunakan data minimum yang dibutuhkan. Hindari menampilkan nomor identitas, alamat pribadi, atau nomor telepon jika tidak relevan dengan transaksi. Saat membagikan contoh invoice untuk pelatihan, ganti seluruh identitas dan nomor transaksi dengan data fiktif.

Jangan menyimpan invoice pada tautan publik dengan nama file yang mudah ditebak. Batasi akses folder, gunakan akun kerja, dan atur siapa yang dapat mengunduh atau mengubah dokumen. Pembahasan lebih luas tersedia pada panduan keamanan data pelanggan untuk toko online.

Kesalahan Umum saat Membuat Invoice

  • Nomor invoice dipakai ulang untuk transaksi berbeda.
  • Deskripsi barang atau jasa terlalu umum.
  • Subtotal, diskon, ongkir, dan total tidak dipisahkan.
  • Tanggal jatuh tempo atau instruksi pembayaran tidak jelas.
  • Invoice revisi menimpa file lama tanpa jejak versi.
  • Pembayaran sebagian dicatat tanpa saldo tersisa.
  • Invoice dibagikan melalui tautan publik yang mudah ditebak.
  • Invoice komersial disebut sebagai Faktur Pajak tanpa dasar.

Checklist Sebelum Invoice Dikirim

Pemeriksaan Pertanyaan Status lulus
Identitas Apakah penjual dan pelanggan sudah benar? Nama serta kontak sesuai transaksi
Referensi Apakah nomor pesanan atau kontrak tercantum? Invoice dapat ditelusuri ke sumbernya
Rincian Apakah produk, jumlah, dan harga mudah dipahami? Tidak ada istilah internal yang membingungkan
Perhitungan Apakah subtotal sampai total sudah dicek? Semua komponen dan total konsisten
Pembayaran Apakah kanal, penerima, dan jatuh tempo jelas? Pelanggan tahu cara dan batas pembayaran
Privasi Apakah dokumen hanya memuat data yang diperlukan? Tidak ada data sensitif yang berlebihan

Menata Nama File dan Arsip Invoice

Gunakan nama file yang mudah dicari tanpa memuat data pribadi berlebihan, misalnya INV-2026-00125-NamaUsaha.pdf. Hindari nama seperti “invoice terbaru final revisi 2” karena mudah tertukar. Nomor invoice dan versi harus sama antara nama file, isi dokumen, serta catatan pada sistem.

Susun arsip berdasarkan tahun dan status, lalu batasi akses sesuai peran. Buat jadwal pencadangan dan pemeriksaan berkala untuk menemukan invoice tanpa referensi pesanan, pembayaran yang belum direkonsiliasi, atau versi revisi yang masih beredar. Jika dokumen dikirim ulang, pastikan pelanggan menerima versi aktif yang sama dengan arsip internal.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah invoice digital sama dengan Faktur Pajak?

Tidak. Invoice digital adalah dokumen penagihan komersial, sedangkan Faktur Pajak mengikuti ketentuan perpajakan dan mekanisme resmi. Satu dokumen tidak otomatis menjadi Faktur Pajak karena mencantumkan pajak atau dibuat secara elektronik.

Apakah invoice digital harus ditandatangani?

Kebutuhannya bergantung pada kesepakatan, kebijakan perusahaan, dan konteks transaksi. Jangan menganggap gambar tanda tangan sama dengan Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi. Untuk kontrak atau transaksi berisiko tinggi, periksa persyaratan hukum yang berlaku.

Bolehkah QRIS dicantumkan pada invoice?

Boleh jika QRIS tersebut merupakan kanal merchant yang sah dan pelanggan mendapat instruksi jelas. Cantumkan nama merchant serta nominal tagihan, lalu verifikasi transaksi pada kanal penerima. Untuk invoice dengan nominal spesifik, QRIS dinamis dapat mengurangi kesalahan input bila sistem mendukung.

Bagaimana memperbaiki invoice yang sudah dikirim?

Buat versi revisi, beri nomor versi atau catatan perubahan, dan nyatakan bahwa dokumen sebelumnya tidak berlaku. Kirim revisi melalui kanal yang sama dan simpan kedua versi beserta alasan perubahannya agar jejak administrasi tetap jelas.

Bagaimana mencatat pembayaran sebagian?

Catat nilai transaksi, jumlah yang sudah dibayar, tanggal pembayaran, dan saldo tersisa. Jika menggunakan beberapa invoice untuk termin, hubungkan semuanya ke referensi pesanan atau kontrak yang sama agar pelanggan dan tim internal dapat merekonsiliasi pembayaran.

Bagaimana membagikan invoice tanpa mengekspos data pelanggan?

Kirim melalui email atau portal dengan akses terbatas. Hindari tautan publik yang mudah ditebak, batasi data pada yang diperlukan, dan gunakan data fiktif saat membuat contoh. Atur izin folder serta pisahkan akses lihat dan edit.

Kesimpulan

Cara membuat invoice digital yang baik adalah menjaga dokumen tetap benar, mudah dibaca, dan dapat ditelusuri dari pesanan hingga pembayaran. Tetapkan format nomor, buat rincian transparan, kelola versi, dan lindungi data pelanggan. Jika UMKM membutuhkan webstore dengan alur pesanan dan pembayaran terintegrasi, pelajari jasa pembuatan website toko online Storo.

Butuh Bantuan Setup Webstore?

Tim Storo.id siap membantu Anda setup webstore dari data Shopee. Konsultasi gratis!