
Cara membuat invoice digital yang profesional adalah menghubungkan setiap tagihan dengan transaksi yang jelas. Cantumkan identitas penjual dan pelanggan, nomor invoice, tanggal, rincian barang atau jasa, perhitungan total, jatuh tempo, instruksi pembayaran, serta statusnya. Setelah dikirim, simpan versi dan bukti pembayarannya agar mudah ditelusuri.
Invoice adalah dokumen komersial yang digunakan penjual untuk menagih transaksi kepada pelanggan. Faktur Pajak merupakan dokumen perpajakan dengan ketentuan tersendiri. Invoice digital tidak otomatis berubah menjadi Faktur Pajak hanya karena mencantumkan pajak, nomor dokumen, tanda tangan, atau logo perusahaan.
Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan bahwa e-Faktur dibuat dan dilaporkan melalui mekanisme resmi serta memerlukan persetujuan DJP. Jika usaha memiliki kewajiban perpajakan atau kasus transaksi yang khusus, periksa ketentuan e-Faktur dari DJP dan konsultasikan dengan tenaga pajak yang kompeten.
Kumpulkan data sebelum membuka template. Cara ini mengurangi revisi dan mencegah invoice dikirim dengan jumlah, nama pelanggan, atau tujuan pembayaran yang salah.
Hindari memasukkan data pribadi yang tidak dibutuhkan untuk penagihan. Semakin banyak data disalin ke dokumen, semakin besar dampaknya jika invoice dibagikan ke pihak yang salah.
Invoice bekerja lebih baik jika data pesanan dan pembayaran tersimpan dalam alur yang sama. Halaman fitur Storo menjelaskan dukungan untuk payment gateway, riwayat pesanan, notifikasi, dan dashboard penjualan. Storo tidak diposisikan sebagai generator invoice jika fungsi tersebut tidak tercantum pada layanan.
Berikut simulasi dengan identitas fiktif. Angka ini hanya contoh penyusunan, bukan rekomendasi harga atau perlakuan pajak.
| Bagian | Contoh invoice produk | Contoh invoice jasa |
|---|---|---|
| Nomor | INV-2026-00125 | INV-2026-00126 |
| Referensi | Pesanan ORD-8841 | Proposal PR-027 |
| Rincian | 20 botol kopi 250 ml x Rp25.000 | Desain katalog digital, termin 1 |
| Subtotal | Rp500.000 | Rp2.500.000 |
| Biaya lain | Ongkir Rp35.000 | Tidak ada |
| Total simulasi | Rp535.000 | Rp2.500.000 |
| Jatuh tempo | 3 hari setelah invoice | 7 hari setelah invoice |
Deskripsi produk perlu memuat varian dan jumlah. Untuk jasa, sebutkan keluaran, periode, atau tahap pekerjaan yang ditagih. Pelanggan harus dapat menghubungkan invoice dengan kesepakatan sebelumnya tanpa bertanya ulang.
Jangan mengubah file lama lalu menyimpannya dengan nama yang sama tanpa catatan. Gunakan nomor revisi atau versi, tulis alasan perubahan, dan kirim pemberitahuan bahwa versi sebelumnya tidak berlaku. Simpan kedua versi untuk jejak administrasi.
Jika transaksi memakai uang muka, tulis total nilai transaksi, jumlah yang ditagih pada tahap ini, pembayaran yang sudah diterima, dan sisa tagihan. Hindari hanya mengganti total invoice tanpa menjelaskan hubungan antar-termin.
| Status | Arti | Tindakan administrasi |
|---|---|---|
| Draft | Belum dikirim kepada pelanggan | Periksa data dan persetujuan internal |
| Terkirim | Sudah disampaikan, belum jatuh tempo | Simpan waktu dan kanal pengiriman |
| Dibayar sebagian | Ada pembayaran, masih tersisa tagihan | Catat jumlah, tanggal, dan saldo |
| Lunas | Total kewajiban sudah diterima | Simpan bukti dan tanggal pelunasan |
| Dibatalkan | Invoice tidak lagi ditagih | Catat alasan dan dokumen pengganti jika ada |
Jangan menghapus invoice dari arsip hanya karena sudah lunas atau dibatalkan. Ubah statusnya dan simpan catatan yang relevan. Jejak tersebut membantu rekonsiliasi, layanan pelanggan, dan pemeriksaan internal.
QRIS dapat dicantumkan jika berasal dari kanal merchant yang sah dan sesuai proses pembayaran usaha. Bank Indonesia membedakan QRIS MPM statis dan dinamis. Pada QRIS statis, pelanggan memasukkan nominal. Pada QRIS dinamis, merchant memasukkan nominal lebih dahulu sehingga kode memuat nilai transaksi.
Jangan hanya menempel gambar QR tanpa petunjuk. Cantumkan nama merchant, jumlah yang harus dibayar, batas waktu, dan cara konfirmasi. Setelah pembayaran, cocokkan nominal dan referensi dengan invoice. Jangan mengandalkan tangkapan layar pelanggan sebagai satu-satunya bukti jika status transaksi dapat diperiksa pada kanal merchant.
Gunakan data minimum yang dibutuhkan. Hindari menampilkan nomor identitas, alamat pribadi, atau nomor telepon jika tidak relevan dengan transaksi. Saat membagikan contoh invoice untuk pelatihan, ganti seluruh identitas dan nomor transaksi dengan data fiktif.
Jangan menyimpan invoice pada tautan publik dengan nama file yang mudah ditebak. Batasi akses folder, gunakan akun kerja, dan atur siapa yang dapat mengunduh atau mengubah dokumen. Pembahasan lebih luas tersedia pada panduan keamanan data pelanggan untuk toko online.
| Pemeriksaan | Pertanyaan | Status lulus |
|---|---|---|
| Identitas | Apakah penjual dan pelanggan sudah benar? | Nama serta kontak sesuai transaksi |
| Referensi | Apakah nomor pesanan atau kontrak tercantum? | Invoice dapat ditelusuri ke sumbernya |
| Rincian | Apakah produk, jumlah, dan harga mudah dipahami? | Tidak ada istilah internal yang membingungkan |
| Perhitungan | Apakah subtotal sampai total sudah dicek? | Semua komponen dan total konsisten |
| Pembayaran | Apakah kanal, penerima, dan jatuh tempo jelas? | Pelanggan tahu cara dan batas pembayaran |
| Privasi | Apakah dokumen hanya memuat data yang diperlukan? | Tidak ada data sensitif yang berlebihan |
Gunakan nama file yang mudah dicari tanpa memuat data pribadi berlebihan, misalnya INV-2026-00125-NamaUsaha.pdf. Hindari nama seperti “invoice terbaru final revisi 2” karena mudah tertukar. Nomor invoice dan versi harus sama antara nama file, isi dokumen, serta catatan pada sistem.
Susun arsip berdasarkan tahun dan status, lalu batasi akses sesuai peran. Buat jadwal pencadangan dan pemeriksaan berkala untuk menemukan invoice tanpa referensi pesanan, pembayaran yang belum direkonsiliasi, atau versi revisi yang masih beredar. Jika dokumen dikirim ulang, pastikan pelanggan menerima versi aktif yang sama dengan arsip internal.
Tidak. Invoice digital adalah dokumen penagihan komersial, sedangkan Faktur Pajak mengikuti ketentuan perpajakan dan mekanisme resmi. Satu dokumen tidak otomatis menjadi Faktur Pajak karena mencantumkan pajak atau dibuat secara elektronik.
Kebutuhannya bergantung pada kesepakatan, kebijakan perusahaan, dan konteks transaksi. Jangan menganggap gambar tanda tangan sama dengan Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi. Untuk kontrak atau transaksi berisiko tinggi, periksa persyaratan hukum yang berlaku.
Boleh jika QRIS tersebut merupakan kanal merchant yang sah dan pelanggan mendapat instruksi jelas. Cantumkan nama merchant serta nominal tagihan, lalu verifikasi transaksi pada kanal penerima. Untuk invoice dengan nominal spesifik, QRIS dinamis dapat mengurangi kesalahan input bila sistem mendukung.
Buat versi revisi, beri nomor versi atau catatan perubahan, dan nyatakan bahwa dokumen sebelumnya tidak berlaku. Kirim revisi melalui kanal yang sama dan simpan kedua versi beserta alasan perubahannya agar jejak administrasi tetap jelas.
Catat nilai transaksi, jumlah yang sudah dibayar, tanggal pembayaran, dan saldo tersisa. Jika menggunakan beberapa invoice untuk termin, hubungkan semuanya ke referensi pesanan atau kontrak yang sama agar pelanggan dan tim internal dapat merekonsiliasi pembayaran.
Kirim melalui email atau portal dengan akses terbatas. Hindari tautan publik yang mudah ditebak, batasi data pada yang diperlukan, dan gunakan data fiktif saat membuat contoh. Atur izin folder serta pisahkan akses lihat dan edit.
Cara membuat invoice digital yang baik adalah menjaga dokumen tetap benar, mudah dibaca, dan dapat ditelusuri dari pesanan hingga pembayaran. Tetapkan format nomor, buat rincian transparan, kelola versi, dan lindungi data pelanggan. Jika UMKM membutuhkan webstore dengan alur pesanan dan pembayaran terintegrasi, pelajari jasa pembuatan website toko online Storo.
Tim Storo.id siap membantu Anda setup webstore dari data Shopee. Konsultasi gratis!