Kembali ke Blog
Toko Online

Jasa Pembuatan Toko Online: Perbandingan Harga 2026

Tim Storo.id
15 September 2026
9 menit baca
Gambar belum tersedia

Kamu ingin punya toko online sendiri — bukan di marketplace, tapi website dengan domain sendiri seperti tokoku.com. Masalahnya, membangunnya sendiri terasa terlalu teknis: harus belajar WordPress, cari hosting, pasang plugin payment gateway, integrasikan ongkir, dan masih banyak lagi. Itulah kenapa banyak seller akhirnya mencari jasa pembuatan toko online — biar ada yang mengerjakan bagian teknisnya, sementara kamu fokus ke produk dan penjualan.

Tapi tidak semua jasa sama. Ada yang murah di awal tapi mahal di belakang, ada yang cepat tapi hasilnya setengah matang. Artikel ini membantu kamu memahami pilihan yang ada, apa yang harus dicek sebelum memilih, dan berapa biaya realistisnya.

3 Jenis Jasa Pembuatan Toko Online di Indonesia

Di Indonesia, ada tiga model utama jasa yang bisa membuatkan toko online untukmu. Ketiganya punya profil risiko dan biaya yang sangat berbeda.

1. Freelancer / Developer Independen

Freelancer adalah pilihan paling populer untuk yang ingin biaya awal serendah mungkin. Kamu bisa menemukan developer di platform seperti Sribulancer, Projects.co.id, atau bahkan via rekomendasi teman.

Kelebihan:

  • Biaya awal bisa sangat kompetitif — mulai Rp 500.000 untuk landing page sederhana, Rp 3–10 juta untuk toko online lengkap
  • Lebih fleksibel soal fitur yang diminta
  • Komunikasi langsung ke orangnya

Kekurangan:

  • Ketergantungan pada satu orang — kalau developer sakit, sibuk proyek lain, atau tiba-tiba tidak bisa dihubungi, tokomu bisa terbengkalai berminggu-minggu
  • Tidak ada jaminan kualitas atau standar minimum
  • Maintenance dan update harus bayar lagi, kadang dengan harga yang tidak transparan di awal
  • Waktu pengerjaan sering molor dari estimasi awal
  • Hosting dan domain biasanya di-manage developer — kalau hubunganmu dengannya putus, akses ke situsmu bisa jadi bermasalah

Cocok untuk: bisnis yang punya orang IT internal, atau yang kebutuhannya sangat spesifik dan tidak ada di platform standar.

2. Platform Terkelola (seperti Storo.id)

Platform terkelola adalah model di mana kamu membayar ke satu penyedia yang sudah menyiapkan semua infrastruktur — hosting, payment gateway, kurir, template, CMS — dan tim mereka yang setup semuanya untukmu.

Kelebihan:

  • Setup cepat — biasanya 1–5 hari kerja
  • Tidak perlu kelola hosting atau update server sendiri
  • Payment gateway dan kurir sudah terintegrasi dari awal
  • Ada tim support yang bisa dihubungi kalau ada masalah — bukan bergantung pada satu orang
  • Biaya lebih bisa diprediksi — per transaksi atau bulanan

Kekurangan:

  • Kustomisasi lebih terbatas dibanding build dari nol
  • Kamu "terikat" pada platform tersebut selama menggunakannya
  • Tidak cocok untuk bisnis dengan kebutuhan yang sangat unik atau kompleks

Cocok untuk: seller aktif yang tidak punya waktu atau kemampuan teknis untuk urusan maintenance, dan ingin toko online yang langsung bisa beroperasi.

3. Agency Digital

Agency adalah tim yang menawarkan layanan pembuatan website secara profesional, biasanya dengan project manager, desainer, dan developer yang terpisah. Cocok untuk brand yang butuh tampilan custom dan strategi digital yang komprehensif.

Kelebihan:

  • Kualitas dan profesionalisme lebih terjamin
  • Ada kontrak dan SLA yang jelas
  • Bisa handle proyek besar dengan fitur kompleks
  • Biasanya ada layanan post-launch (maintenance paket)

Kekurangan:

  • Biaya paling mahal — proyek e-commerce di agency Indonesia mulai Rp 15–50 juta ke atas
  • Proses lebih lama — dari brief, desain, review, sampai live bisa 1–3 bulan
  • Overkill untuk seller UMKM atau baru mulai

Cocok untuk: brand yang sudah establish, butuh website flagship yang beda dari template, dan punya anggaran yang memadai.

Yang Harus Dicek Sebelum Pilih Jasa Pembuatan Toko Online

Apapun jenis jasa yang kamu pilih, ada beberapa hal yang wajib dicek sebelum deal. Jadikan ini sebagai checklist saat kamu evaluasi kandidat.

  • Portofolio dan referensi nyata — Minta link toko online yang sudah mereka buat dan masih aktif. Coba akses sendiri: apakah cepat, mobile-friendly, dan proses checkoutnya mulus? Kalau portofolio yang ditunjukkan cuma screenshot atau file PDF, itu tanda peringatan.
  • Payment gateway apa saja yang didukung — Pastikan platform mendukung metode pembayaran yang relevan untuk pembeli Indonesia: transfer bank, QRIS, e-wallet (GoPay, OVO, DANA), dan idealnya kartu kredit. Tanya juga siapa payment gateway provider-nya dan bagaimana proses rekonsiliasi saldo.
  • Kurir apa saja yang terintegrasi — Untuk toko online yang fungsional di Indonesia, minimal harus ada JNE, J&T, dan SiCepat. Lebih bagus kalau ada Anteraja, Pos Indonesia, dan kurir instan (GrabExpress, GoSend). Tanya apakah ongkir dihitung otomatis real-time atau masih manual.
  • Berapa lama waktu pengerjaan yang dijamin — Minta estimasi tertulis, bukan lisan. Tanya juga apa yang terjadi kalau meleset dari estimasi.
  • Berapa biaya tahunan setelah setup — Biaya pembuatan adalah satu hal, tapi biaya operasional jangka panjang bisa jauh lebih besar. Tanya biaya hosting per tahun, biaya renewal domain, biaya update/maintenance, dan biaya per transaksi (kalau ada).
  • Siapa yang handle maintenance dan update — Platform atau jasa yang baik harus punya jalur support yang jelas. Tanya: kalau website saya down jam 2 pagi, siapa yang saya hubungi? Berapa lama respons-nya? Ada SLA-nya?
  • Siapa yang pegang akses hosting dan domain — Pastikan kamu sebagai pemilik bisnis punya akses ke hosting dan domain atas namamu sendiri. Ini aset bisnismu — jangan sampai tersandera di tangan pihak ketiga.

Berapa Biaya Jasa Pembuatan Toko Online?

Biaya jasa pembuatan toko online di Indonesia sangat bervariasi tergantung model yang dipilih. Berikut perbandingan jujur berdasarkan kondisi pasar 2026:

Model Biaya Setup Awal Biaya Bulanan / Tahunan Biaya per Transaksi Maintenance Waktu Setup
Freelancer Rp 3–10 juta Rp 500rb–2jt/tahun (hosting) Tergantung PG (1,5–3%) Bayar per request (tidak pasti) 2–8 minggu
Platform Terkelola (Storo.id) Biaya setup paket Termasuk dalam paket 5% (sudah termasuk PG) Ditangani platform 1–3 hari kerja
Agency Digital Rp 15–50 juta+ Rp 2–5 juta/tahun (hosting + maintenance) Tergantung PG (1,5–3%) Paket retainer (mahal) 1–3 bulan

Catatan penting soal biaya: Jangan hanya bandingkan biaya setup awal. Hitung total cost of ownership selama 2–3 tahun ke depan, termasuk hosting, domain, maintenance, dan biaya per transaksi. Toko online yang "murah" di awal bisa berubah menjadi lebih mahal dalam jangka panjang kalau biaya operasionalnya tidak transparan dari awal.

Kenapa Seller Shopee Lebih Cocok Pakai Platform Terkelola

Kalau kamu adalah seller aktif di Shopee — punya ratusan produk, proses puluhan pesanan per minggu, dan tidak punya tim IT — model platform terkelola hampir selalu lebih masuk akal dibanding freelancer atau agency.

Ini alasannya:

Waktu adalah asetmu yang paling berharga. Mengurus website yang dibangun freelancer artinya kamu harus siap dihubungi soal update plugin, perpanjang hosting, debug kalau ada error, dan koordinasi setiap perubahan kecil. Itu waktu yang seharusnya kamu pakai untuk sourcing produk, melayani pembeli, atau istirahat.

Kamu tidak perlu paham teknis untuk mengelola toko. Platform terkelola memberikan dashboard yang dirancang untuk penjual — bukan untuk developer. Tambah produk, pantau pesanan, lihat laporan penjualan, semua bisa dilakukan tanpa menyentuh satu baris kode pun.

Produk Shopee bisa diimpor otomatis. Ini poin yang sering diremehkan tapi sangat krusial. Kalau kamu punya 200 produk di Shopee, memasukkan ulang satu per satu ke website baru bisa memakan waktu berhari-hari. Dengan Storo.id, impor produk Shopee dilakukan otomatis — termasuk foto, deskripsi, dan harga.

Tidak ada biaya kejutan. Dengan model 5% per transaksi, biaya berjalan sesuai omzetmu. Tidak ada biaya bulanan flat yang tetap harus dibayar walau bulan itu sepi, tidak ada invoice maintenance yang datang tiba-tiba.

Support yang bisa dihubungi. Toko online kamu adalah aset bisnis yang operasinya tidak kenal jam kerja. Kalau ada masalah di hari Minggu malam menjelang flash sale, kamu butuh ada yang bisa membantu — bukan harus menunggu freelancer balas chat besok pagi.

Cara Pesan Toko Online di Storo.id

Proses pemesanan toko di Storo.id dirancang sesederhana mungkin. Tidak ada meeting panjang, tidak ada brief yang rumit. Ini langkah-langkahnya:

  1. Pilih paket — Kunjungi storo.id/onboarding dan pilih paket yang sesuai dengan skala bisnismu. Ada beberapa pilihan mulai dari toko dasar hingga paket lengkap dengan fitur loyalty dan membership.
  2. Tentukan domain — Pilih subdomain gratis (misal: tokoku.storo.id) atau sambungkan domain sendiri yang sudah kamu punya. Domain custom baru juga bisa didaftarkan dari sini.
  3. Isi data toko — Nama toko, nomor WhatsApp untuk notifikasi pesanan, dan informasi dasar lainnya. Tidak perlu siapkan file desain atau brief kreatif.
  4. Buat akun dan bayar — Daftar dengan email dan password, lalu selesaikan pembayaran via Xendit (transfer bank, QRIS, atau e-wallet).
  5. Tim Storo mulai setup — Dalam 1–3 hari kerja, tim Storo menyiapkan toko kamu: template, payment gateway, integrasi kurir, dan jika kamu punya toko Shopee, produknya bisa diimpor otomatis.
  6. Toko live, kamu mulai berjualan — Kamu mendapat akses ke dashboard untuk mengelola produk, memantau pesanan, dan melihat laporan penjualan. Tim Storo tetap bisa dihubungi untuk pertanyaan teknis.

Tidak perlu menyiapkan materi desain, tidak perlu koordinasi panjang. Proses dari pesan sampai toko live bisa selesai dalam waktu yang lebih singkat dari kebanyakan ekspektasi.

FAQ: Jasa Pembuatan Toko Online

Apa bedanya jasa pembuatan website toko online dengan bikin toko di Shopee atau Tokopedia?

Toko di marketplace seperti Shopee adalah "menyewa lapak" di pusat perbelanjaan milik orang lain — kamu tunduk pada aturan platform, bersaing langsung dengan ratusan seller lain di halaman yang sama, dan tidak bisa mengumpulkan data pembeli secara langsung. Website toko online sendiri adalah "punya toko sendiri" — kamu kontrol penuh atas tampilan, harga, dan data pelanggan.

Apakah toko online yang dibuat jasa ini bisa terima COD?

Tergantung pada jasa dan kurir yang diintegrasikan. Storo.id mendukung COD melalui kurir-kurir yang tersedia. Konfirmasikan ketersediaan COD saat diskusi awal dengan jasa yang kamu pilih.

Berapa lama toko online bisa live setelah pesan jasa?

Tergantung model jasa. Freelancer biasanya butuh 2–8 minggu. Platform terkelola seperti Storo.id 1–3 hari kerja. Agency bisa 1–3 bulan.

Apakah saya perlu beli hosting dan domain sendiri?

Untuk platform terkelola, tidak — semuanya sudah termasuk. Untuk freelancer dan agency, biasanya kamu perlu beli hosting dan domain sendiri (atau disediakan jasa tersebut dengan biaya terpisah).

Bisakah saya pindahkan produk dari Shopee ke toko online yang dibuat jasa ini?

Storo.id mendukung impor produk dari Shopee secara otomatis. Untuk freelancer dan agency, ini biasanya perlu dikerjakan manual atau dengan tool tambahan — tanyakan di awal apakah ini termasuk dalam lingkup pekerjaan.

Apa yang terjadi kalau saya mau ganti jasa atau platform di kemudian hari?

Ini pertanyaan penting yang sering terlupakan. Pastikan kamu punya akses ke domain atas namamu sendiri — domain adalah aset yang bisa dibawa ke mana saja. Data produk dan pelanggan juga sebaiknya bisa diekspor dalam format standar (CSV/Excel).

Kesimpulan

Memilih jasa pembuatan toko online yang tepat bukan soal siapa yang paling murah di awal, tapi siapa yang bisa mendukung bisnismu berjalan dengan andal dalam jangka panjang. Freelancer cocok kalau kamu punya kontrol teknis dan kebutuhan yang spesifik. Agency cocok kalau kamu butuh tampilan premium dan anggaran tidak masalah. Platform terkelola cocok kalau kamu seller aktif yang butuh toko online fungsional dengan cepat, tanpa ribet teknis.

Untuk seller Shopee yang ingin memulai membangun saluran penjualan di luar marketplace, Storo.id dirancang tepat untuk kebutuhan itu: setup cepat, produk bisa diimpor dari Shopee, payment gateway dan kurir sudah ready, dan biaya model 5% per transaksi yang transparan.

Pesan toko online kamu di Storo.id sekarang — toko bisa live dalam 1–3 hari kerja →

Butuh Bantuan Setup Webstore?

Tim Storo.id siap membantu Anda setup webstore dari data Shopee. Konsultasi gratis!