
Ringkasan Singkat: Shopify di Indonesia 2026 dibanderol mulai $5/bulan (Starter, ~Rp 81.000) hingga $299/bulan (Advanced, ~Rp 4,86 juta). Karena Shopify Payments tidak tersedia di Indonesia, semua transaksi kena transaction fee ekstra 0,5%–2% di atas biaya paket. Tidak ada integrasi Shopee, Tokopedia, atau kurir lokal (JNE, J&T, SiCepat) secara bawaan. Cocok untuk brand yang target pasar internasional; kurang ideal untuk UMKM dan seller marketplace lokal.
Shopify adalah platform e-commerce berbasis cloud (SaaS) asal Kanada, berdiri sejak 2006 dan saat ini digunakan lebih dari 4,6 juta merchant di 175+ negara. Model kerjanya sederhana: kamu berlangganan bulanan atau tahunan, lalu mendapat akses ke builder toko online, sistem checkout, manajemen produk, dan dashboard analitik.
Kelebihan utama Shopify adalah ekosistemnya yang matang: lebih dari 8.000 aplikasi di Shopify App Store, ribuan template berbayar maupun gratis, dan infrastruktur yang bisa menangani traffic sangat tinggi. Platform ini juga mendukung penjualan multi-currency dan multi-channel (termasuk Instagram, Facebook, TikTok).
Di Indonesia, Shopify mulai dikenal terutama di kalangan seller yang ingin membangun brand internasional atau yang punya tim teknis untuk setup dan maintenance. Tapi bagi mayoritas seller Shopee atau UMKM Indonesia, ada beberapa hambatan praktis yang perlu dipahami sebelum memutuskan berlangganan.
Semua harga Shopify dalam USD. Konversi di bawah menggunakan kurs referensi Rp 16.200/USD per 2026. Perlu diingat: kurs ini berfluktuasi — kalau rupiah melemah, tagihan kamu dalam rupiah otomatis naik meski paket tidak berubah.
Untuk detail terbaru, cek halaman harga resmi Shopify yang selalu diperbarui.
| Paket | Harga USD/bulan | Estimasi IDR/bulan | Transaction Fee (tanpa Shopify Payments) |
|---|---|---|---|
| Starter | $5 | ~Rp 81.000 | 5% per transaksi |
| Basic | $29 (tahunan) / $39 (bulanan) | ~Rp 470.000–632.000 | 2% per transaksi |
| Shopify | $79 (tahunan) / $105 (bulanan) | ~Rp 1,28 juta–1,70 juta | 1% per transaksi |
| Advanced | $299 (tahunan) / $399 (bulanan) | ~Rp 4,86 juta–6,47 juta | 0,5% per transaksi |
| Plus | $2.300 (minimum) | ~Rp 37,3 juta | Custom |
Catatan penting untuk seller Indonesia: Transaction fee di atas WAJIB dibayar karena Shopify Payments tidak tersedia di Indonesia. Itu berarti kamu selalu pakai payment gateway pihak ketiga (Xendit, Midtrans, dll.) dan Shopify menambahkan transaction fee di atas biaya gateway tersebut. Ini berbeda dari pasar AS/UK di mana Shopify Payments tersedia dan transaction fee bisa dihapus.
Paket paling terjangkau, tapi sangat terbatas. Kamu tidak mendapat storefront toko online lengkap — hanya bisa share link produk via media sosial, WhatsApp, atau pesan langsung. Tidak ada halaman toko, tidak ada checkout mandiri. Transaction fee 5% sangat tinggi untuk volume penjualan yang lebih besar.
Paket paling populer untuk bisnis baru. Sudah termasuk storefront toko online lengkap, unlimited produk, 2 akun staf, dan laporan dasar. Transaction fee 2% per transaksi — untuk omzet Rp 10 juta/bulan, ini berarti tambahan biaya Rp 200.000/bulan di atas biaya berlangganan.
Menambahkan 5 akun staf, laporan profesional, dan transaction fee berkurang ke 1%. Cocok kalau tim kamu sudah mulai besar dan butuh akses dashboard untuk beberapa orang.
Untuk bisnis dengan volume transaksi sangat tinggi. Transaction fee 0,5%, plus fitur laporan kustom dan kalkulasi ongkir pihak ketiga. Harga Rp 4,86 juta/bulan jelas hanya masuk akal untuk brand dengan omzet di atas ratusan juta per bulan.
Jujur, Shopify punya keunggulan nyata di beberapa area:
Fitur-fitur ini sangat relevan kalau kamu membangun brand untuk pasar internasional atau punya tim marketing yang aktif.
Inilah bagian yang jarang dibahas secara jujur di review Shopify berbahasa Indonesia:
Untuk seller yang sudah di ekosistem Shopee dan mau membangun toko online sendiri, perbandingan ini lebih relevan daripada angka-angka di atas:
| Aspek | Storo.id | Shopify Basic |
|---|---|---|
| Biaya bulanan | Tidak ada flat fee | ~Rp 470.000/bulan |
| Biaya transaksi | 5% (termasuk PG) | 2% (Shopify) + biaya PG sendiri (~2–3%) |
| Payment gateway | Xendit bawaan (QRIS, transfer, e-wallet) | Harus setup sendiri (Xendit/Midtrans) |
| Kurir lokal | 11+ kurir terintegrasi (JNE, J&T, SiCepat, dll.) | Tidak ada bawaan — perlu app berbayar |
| Integrasi Shopee | Import produk otomatis | Tidak ada bawaan |
| Setup teknis | Tim Storo yang handle, 1–3 hari kerja | Mandiri atau hire developer |
| Domain custom | Termasuk | Beli terpisah (~Rp 200rb/tahun) |
| Bahasa support | Indonesia | Inggris (resmi) |
| Cocok untuk | Seller Shopee Indonesia | Brand dengan target pasar internasional |
Untuk simulasi biaya yang lebih spesifik berdasarkan omzet per bulan kamu, baca perbandingan mendetail Storo.id vs Shopify.
Pilih Shopify kalau:
Pilih Storo.id kalau:
Dashboard Shopify tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia untuk antarmuka seller. Namun dukungan resmi Shopify (support chat/email) tetap dalam bahasa Inggris. Dokumentasi teknis juga mayoritas berbahasa Inggris.
Tidak. Shopify Payments hanya tersedia di negara-negara tertentu (AS, Kanada, Inggris, Australia, dll.) dan Indonesia tidak termasuk. Ini artinya seller Indonesia selalu kena transaction fee tambahan 0,5%–2% per transaksi di semua paket Shopify.
Paket Basic: ~Rp 470.000/bulan + 2% per transaksi + biaya payment gateway (Xendit/Midtrans ~2,5–3%). Untuk omzet Rp 10 juta/bulan, total biaya bisa mencapai Rp 1,1 juta/bulan lebih.
Tidak secara bawaan. Kamu perlu app pihak ketiga seperti Syncio atau SKULabs (keduanya berbayar) untuk sinkronisasi stok dan pesanan antara Shopify dan Shopee. Proses setupnya juga memerlukan waktu dan pengetahuan teknis.
Untuk UMKM yang target pasarnya Indonesia, Shopify cenderung overpriced dan overcomplicated. Platform lokal seperti Storo.id lebih cocok karena biaya lebih efisien, sudah terintegrasi dengan ekosistem lokal, dan tidak perlu setup teknis.
Shopify adalah platform e-commerce yang sangat baik — tapi bukan yang terbaik untuk seller Indonesia yang fokus di pasar lokal. Biaya dalam USD yang fluktuatif, tidak adanya Shopify Payments (sehingga selalu kena transaction fee ekstra), dan minimnya integrasi dengan ekosistem marketplace Indonesia membuat Shopify menjadi pilihan yang mahal dan kompleks untuk sebagian besar seller Shopee.
Kalau kamu seller Shopee yang ingin ekspansi ke toko online sendiri dengan biaya efisien dan setup cepat, bandingkan Storo.id vs Shopify secara mendetail sebelum memutuskan — atau langsung cari tahu lebih lanjut di halaman harga Storo.id.
Tim Storo.id siap membantu Anda setup webstore dari data Shopee. Konsultasi gratis!