Panduan lengkap untuk seller dan UMKM Indonesia yang ingin memiliki website toko online sendiri. Bandingkan platform, pahami biaya nyata, dan pilih yang paling sesuai kebutuhan bisnismu.
Website e-commerce Indonesia adalah toko online yang dimiliki sendiri oleh penjual — bukan berdagang di platform marketplace orang lain seperti Shopee atau Tokopedia. Pelanggan bisa mengunjungi domain milikmu sendiri (misalnya tokonamu.com), browsing produk, menambah ke keranjang, dan melakukan pembayaran langsung di sitemu.
Manfaat utama memiliki website e-commerce sendiri dibanding berjualan di marketplace:
Ada empat pendekatan utama untuk berjualan secara online di Indonesia, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda:
Paling mudah dimulai, tapi mengambil komisi 23–28% dari setiap penjualan. Cocok untuk validasi awal produk, tapi tidak efisien untuk membangun bisnis jangka panjang.
Kontrol penuh atas toko, tapi biaya lebih tinggi (Shopify mulai $29/bln atau ~Rp 470K) dan memerlukan setup mandiri yang butuh waktu 1–2 minggu. Fitur Indonesia seperti QRIS dan kurir lokal tidak tersedia by default.
Kebebasan penuh, tapi investasi awal besar (Rp 10–50 juta) dan waktu pengembangan 1–3 bulan. Cocok untuk bisnis besar dengan kebutuhan khusus.
Terbaik untuk seller Shopee Indonesia: biaya mulai Rp 250K/bulan, live dalam 1–3 hari kerja, semua fitur Indonesia sudah built-in (QRIS, GoPay, OVO, 11+ kurir), dan tim Indonesia yang mengerjakan setup dari awal hingga akhir.
Biaya nyata yang harus diperhitungkan sebelum memilih platform.
Marketplace (Shopee, Tokopedia)
Biaya
Komisi 23–28% per transaksi
Data Pelanggan
Milik platform
Waktu Setup
Langsung
Shopify
Biaya
~Rp 470K–1,3jt/bln + 2% fee
Data Pelanggan
Milik seller
Waktu Setup
1–2 minggu (DIY)
Website Custom
Biaya
Rp 10–50jt (satu kali) + maintenance
Data Pelanggan
Milik seller
Waktu Setup
1–3 bulan
Storo.id
Biaya
Mulai Rp 250K/bln + 5% fee
Data Pelanggan
Milik seller
Waktu Setup
1–3 hari kerja
Sebelum memilih platform, pastikan kamu sudah mempertimbangkan faktor-faktor ini:
Anggaran bulanan
Hitung total cost of ownership — biaya platform + payment gateway + plugin + domain, bukan hanya harga iklan yang ditampilkan.
Kesiapan teknis tim kamu
Jika tidak ada developer atau tim teknis, pilih platform managed yang mengurus semua setup.
Integrasi payment gateway Indonesia
Pastikan platform mendukung QRIS, GoPay, OVO, transfer bank, dan paylater lokal tanpa biaya tambahan.
Integrasi kurir lokal
JNE, J&T, SiCepat, dan kurir Indonesia lainnya harus tersedia dengan tarif real-time, bukan tarif flat yang tidak akurat.
Sumber produk dari mana
Jika kamu seller Shopee, pastikan platform bisa import produk dari Shopee secara otomatis untuk menghemat waktu setup.
Support bahasa Indonesia
Platform dengan support berbahasa Indonesia mempercepat penyelesaian masalah dan onboarding.
Tren yang terjadi di komunitas seller Indonesia saat ini.
Fee Shopee naik dari 2% ke 23–28% dalam beberapa tahun terakhir. Seller yang dulu untung besar kini makin tipis marginnya. Website sendiri dengan Storo hanya 5%.
Di marketplace, kamu tidak bisa kontak ulang pembeli, tidak bisa bangun email list, tidak bisa retarget. Website sendiri = data pelanggan 100% di tanganmu.
Di Shopee, toko kamu bersaing ribuan seller produk serupa. Website sendiri memberikan identitas brand yang unik dan tidak bisa ditiru seketika.
Di marketplace, kamu terpaksa ikut perang harga. Di website sendiri, kamu bisa posisikan produk dengan nilai lebih dan jual dengan harga yang wajar.
Dirancang khusus untuk seller Shopee yang ingin punya toko online sendiri tanpa kerumitan teknis.
Pilih domain .com, .co.id, atau .id untuk branding profesional.
GoPay, OVO, QRIS, Dana, Kredivo, Akulaku, dan transfer bank via Xendit.
JNE, J&T, SiCepat, Anteraja, Ninja Express, dan kurir lainnya terintegrasi langsung.
Pindahkan seluruh produk dari toko Shopee dalam hitungan menit, bukan hari.
Loyalty point dan membership tier untuk meningkatkan retensi pelanggan.
Dashboard penjualan real-time untuk pantau performa toko kapan saja.
Rp 250K
Mulai dari per bulan
1–3
Hari kerja live
5%
Fee per transaksi (vs 23–28%)
Website e-commerce Indonesia adalah toko online yang bisa diakses lewat browser, memungkinkan pelanggan browsing produk, menambah ke keranjang, dan melakukan pembayaran secara digital. Berbeda dari marketplace (Shopee, Tokopedia), website e-commerce sendiri tidak memotong komisi besar dan data pelanggan sepenuhnya milik penjual.
Biaya website e-commerce di Indonesia bervariasi: dari Rp 250.000/bulan (platform managed seperti Storo.id) hingga puluhan juta untuk pengembangan custom. Untuk UMKM dan seller Shopee, platform managed adalah pilihan paling efisien karena semua fitur sudah termasuk tanpa biaya tambahan.
Tidak, jika menggunakan platform managed seperti Storo.id. Tim Storo mengerjakan seluruh setup teknis — dari domain, desain, payment gateway, hingga integrasi kurir. Seller hanya perlu menyiapkan informasi produk dan logo toko.
Untuk seller Shopee Indonesia, Storo.id adalah pilihan paling relevan karena menyediakan import produk Shopee otomatis, payment gateway lokal (GoPay, OVO, QRIS), 11+ kurir terintegrasi, dan support penuh dalam bahasa Indonesia. Mulai dari Rp 250.000/bulan dengan komisi hanya 5% per transaksi.
Dengan Storo.id, toko online sudah live dalam 1–3 hari kerja. Proses meliputi: setup domain, desain toko, koneksi payment gateway, integrasi kurir, dan import produk dari Shopee secara otomatis.
Tim Storo.id siap membantu kamu live dalam 1–3 hari kerja. Tidak perlu coding, tidak perlu pengalaman teknis.
Mulai dari Rp 250.000/bulan. Komisi hanya 5% per transaksi.